Showing posts with label predictions. Show all posts
Showing posts with label predictions. Show all posts
Tuesday, February 10, 2009
Wednesday, May 21, 2008
Whoever Wins, He/She Loses
With less than 4 primaries to go, do you really think Americans are ready for a non-WASP Commander in Chief?
Guess McCain's camp is already a happy place.
Guess McCain's camp is already a happy place.
Sunday, July 29, 2007
Wednesday, June 13, 2007
Commercial Prophecy?
Monday, June 11, 2007
Black Men Can Drive
Talk about determination.
Lewis Hamilton told Ron Dennis back in 1994, "I'm going to race for you one day, I'm going to race for McLaren."
Yesterday, he won the 2007 Canadian GP. After 5 consecutive podium finishes. In his first year as an F1 driver.
Kids, this is how you should do it.
Lewis Hamilton told Ron Dennis back in 1994, "I'm going to race for you one day, I'm going to race for McLaren."
Yesterday, he won the 2007 Canadian GP. After 5 consecutive podium finishes. In his first year as an F1 driver.
Kids, this is how you should do it.
Monday, May 21, 2007
Wednesday, May 16, 2007
Monday, May 14, 2007
Leadership Issues
Even though D-Wade shouldn't have dissed Dirk, bottom line is the white boy choked. Big time. In the first round. To the, gulp, Warriors.
Neither of these guys are still in the Playoffs though, simply because the 90s doesn't recognize their teams. Come again?
Yes, we're in the 90s now.
Neither of these guys are still in the Playoffs though, simply because the 90s doesn't recognize their teams. Come again?
Yes, we're in the 90s now.
Friday, May 4, 2007
Vishnu for President

via Gatra.
Isu Reshuffle
Vishnu Juwono Sayangkan Pemberitaan Kesehatan Ayahnya
Jakarta, 1 Mei 2007 15:04
Vishnu Juwono, putra Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, menyayangkan pemberitaan media massa seputar kesehatan ayahnya.
"Sebagai salah seorang yang hampir setiap hari bertemu dan berinteraksi dengan beliau (Juwono --Red), selama menjabat sebagai kabinet Indonesia Bersatu di bawah pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, beliau tidak pernah menderita stroke atau sakit jantung," papar Vishnu, melalui email kepada Gatra.com, Selasa (1/5).
Vishnu sangat menyayangkan sejumlah pernyataan melalui media massa dari para politisi, pengamat politik, atau aktivis, yang mengindikasikan bahwa Juwono tengah menderita penyakit tersebut selama membantu Presiden Yudhoyono.
"(Pernyataan Juwono sakit stroke atau jantung --Red) Sangat menyesatkan dan tidak berdasar sama sekali," tegas Vishnu.
Kendati demikian, lanjut Vishnu, wacana politik yang kerap dilontarkan berbagai tokoh soal reshuffle beberapa menteri di bawah Presiden Yudhoyono adalah hal yang lumrah. Menurutnya, sah-sah saja seluruh lapisan masyarakat mengeluarkan pernyataan-pernyataan seputar perombakan kabinet, karena setiap orang berhak untuk mengemukakan pendapat.
"Akan tetapi menjadi lain maknanya apabila informasi yang dijadikan spekulasi tersebut merupakan info yang jauh dari kenyataan yang ada," ujar Vishnu, seraya mencontohkan spekulasi menimpa ayahnya itu.
Namun, melalui email itu pula, Vishnu mengatakan bahwa pernyataannya tersebut bukanlah sebuah klarifikasi, khususnya kepada Presiden Yudhoyono. "Institusi Kepresidenan tentunya sudah memiliki informasi ini (kesehatan Juwono --Red) melalui aparatur negara dan sistem manajemen informasi pemerintahan yang ada," tulis Vishnu, yang bekerja sebagai dosen FISIP Universitas Indonesia ini.
Pernyataan ini, kata Vishnu, dikeluarkan berdasarkan inisiatif pribadinya, tanpa adanya arahan maupun dorongan dari pihak mana pun. "Termasuk, dalam hal ini, ayah saya," tambahnya.
Dengan pernyataan keprihatinannya ini, Vishnu menyelipkan sebuah pesan bahwa kesehatan Juwono yang menurutnya telah menyesatkan opini di masyarakat, diharapkan dapat meredam budaya mengejar kepentingan politik jangka pendek dengan menghalalkan bermacam-macam cara. "Salah satunya dengan menyebarkan berita-berita yang menyesatkan dan tidak bertanggung jawab. Sebaiknya dihentikan," tulis Vishnu.
"Sudah saatnya dimulai dibangun budaya pembuktian kinerja, rasa sportivitas tinggi, penggunaan cara-cara yang beretika dalam mewujudkan suatu keinginan untuk berbakti kepada masyarakat melalui sebuah jabatan politik."
"Alangkah idealnya, bila hal tersebut dapat diteladani oleh para elit masyarakat yang saat ini mempunyai pengaruh kuat dan mempunyai kedudukan yang cukup penting di republik ini," pungkasnya. [EL]
Isu Reshuffle
Vishnu Juwono Sayangkan Pemberitaan Kesehatan Ayahnya
Jakarta, 1 Mei 2007 15:04
Vishnu Juwono, putra Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, menyayangkan pemberitaan media massa seputar kesehatan ayahnya.
"Sebagai salah seorang yang hampir setiap hari bertemu dan berinteraksi dengan beliau (Juwono --Red), selama menjabat sebagai kabinet Indonesia Bersatu di bawah pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, beliau tidak pernah menderita stroke atau sakit jantung," papar Vishnu, melalui email kepada Gatra.com, Selasa (1/5).
Vishnu sangat menyayangkan sejumlah pernyataan melalui media massa dari para politisi, pengamat politik, atau aktivis, yang mengindikasikan bahwa Juwono tengah menderita penyakit tersebut selama membantu Presiden Yudhoyono.
"(Pernyataan Juwono sakit stroke atau jantung --Red) Sangat menyesatkan dan tidak berdasar sama sekali," tegas Vishnu.
Kendati demikian, lanjut Vishnu, wacana politik yang kerap dilontarkan berbagai tokoh soal reshuffle beberapa menteri di bawah Presiden Yudhoyono adalah hal yang lumrah. Menurutnya, sah-sah saja seluruh lapisan masyarakat mengeluarkan pernyataan-pernyataan seputar perombakan kabinet, karena setiap orang berhak untuk mengemukakan pendapat.
"Akan tetapi menjadi lain maknanya apabila informasi yang dijadikan spekulasi tersebut merupakan info yang jauh dari kenyataan yang ada," ujar Vishnu, seraya mencontohkan spekulasi menimpa ayahnya itu.
Namun, melalui email itu pula, Vishnu mengatakan bahwa pernyataannya tersebut bukanlah sebuah klarifikasi, khususnya kepada Presiden Yudhoyono. "Institusi Kepresidenan tentunya sudah memiliki informasi ini (kesehatan Juwono --Red) melalui aparatur negara dan sistem manajemen informasi pemerintahan yang ada," tulis Vishnu, yang bekerja sebagai dosen FISIP Universitas Indonesia ini.
Pernyataan ini, kata Vishnu, dikeluarkan berdasarkan inisiatif pribadinya, tanpa adanya arahan maupun dorongan dari pihak mana pun. "Termasuk, dalam hal ini, ayah saya," tambahnya.
Dengan pernyataan keprihatinannya ini, Vishnu menyelipkan sebuah pesan bahwa kesehatan Juwono yang menurutnya telah menyesatkan opini di masyarakat, diharapkan dapat meredam budaya mengejar kepentingan politik jangka pendek dengan menghalalkan bermacam-macam cara. "Salah satunya dengan menyebarkan berita-berita yang menyesatkan dan tidak bertanggung jawab. Sebaiknya dihentikan," tulis Vishnu.
"Sudah saatnya dimulai dibangun budaya pembuktian kinerja, rasa sportivitas tinggi, penggunaan cara-cara yang beretika dalam mewujudkan suatu keinginan untuk berbakti kepada masyarakat melalui sebuah jabatan politik."
"Alangkah idealnya, bila hal tersebut dapat diteladani oleh para elit masyarakat yang saat ini mempunyai pengaruh kuat dan mempunyai kedudukan yang cukup penting di republik ini," pungkasnya. [EL]
Tuesday, March 20, 2007
Let Your Fingers Do Basically Everything
In the future, humans shall rely on fingers for everything. Entertainment, past time, you name it.
Tuesday, March 6, 2007
Well, 2015 is not that far away now.
27,000 signatures and counting on www.petitiononline.com/future2, who wouldn't want one?
Monday, February 26, 2007
Retirement Plan
Most crossed to the client-side (especially the account types), lured by the glitter of huge take-home-pay packages and annual bonuses.
Few graduated to become Writers (of script or book) and Film Directors, like Yasmin Ahmad.
But only one became Manchester United’s Group Commercial Director. Now that's divine intervention.
For me, I see porn on my horizon (unfortunately, Playboy Indonesia beat me to that). Vivid Indonesia, anyone?
UPDATE:
A good agency friend of mine has this theory once, that if the Cannes International Film Festival is the "granddaddy of all film festivals" while we're still daydreaming about Lion statues, then a career shift to porn (an actual full-length film industry, not just bloated 30-seconders) would actually mean that we're moving up the food chain!
Labels:
2007,
new religion,
predictions,
statistic
Wednesday, February 21, 2007
Relevance
"Water damage? Household insurance from only 60 Euro p.a."Agency: McCann Erickson/McEmotion, Germany.
via Ads of the World.
---
One country's exaggeration is another country's bitter reality.
Kampung Melayu, we feel you.
Tuesday, January 30, 2007
Idea is Nothing if Not Being Acted Upon
In retrospect, who would have thought the world will come to this? Apparently, Noah Kalina knew something I didn’t.
He took a picture of himself everyday. Since 2000.
For a (very brief, if compared to him) period, I diligently took a picture of my daughter from the day she was born in early 2001. Then I stopped, for no reason.
Good things do come to those who wait.
UPDATE:
I know am sounding like a grumpy geezer, but once I had this idea for a client, of people dancing in silence, thru the magic of wireless headphones, back in 2000. Unfortunately, the client didn't buy the concept.
Well, what do you know. Fast forward to 2005, and this duo from Netherlands executed Silent Disco big time, albeit for a different cause. It is all good.
Got idea? Act fast!
He took a picture of himself everyday. Since 2000.
For a (very brief, if compared to him) period, I diligently took a picture of my daughter from the day she was born in early 2001. Then I stopped, for no reason.
Good things do come to those who wait.
UPDATE:
I know am sounding like a grumpy geezer, but once I had this idea for a client, of people dancing in silence, thru the magic of wireless headphones, back in 2000. Unfortunately, the client didn't buy the concept.
Well, what do you know. Fast forward to 2005, and this duo from Netherlands executed Silent Disco big time, albeit for a different cause. It is all good.
Got idea? Act fast!
Wednesday, January 10, 2007
I Bet You Will

Frankly speaking, I should’ve placed the following prediction on longbets.org (I had even registered myself there alongside the likes of Nathan Myhrvold) but it demanded me to pay up USD 50 either by cheque or credit card, and that is ONLY to get it published. Being the cheap bastard that I am, obviously I opted for this method instead. So here goes.
“By 2022, JVC Everio (or whatever name it would’ve evolved/renamed by then) series of tapeless camcorder will market a model tiny enough to be strapped on the side of your head (with the risk of looking totally retarded, but who knows) yet with enough memory capacity to record your WHOLE life as you would’ve seen it, 24/7 (with a predicted average human life expectancy of 75 years, on a YouTube-esque lowest resolution option), except for the occasional recharging periods. Come to think of it, buy additional batteries and desktop charger while you’re at it.”
Therefore, you can start taping the life of your grandchild from the moment he/she is born, non-stop, all with only a single device. Hopefully this device will last as long as him/her.
I would’ve bet on memory implants which record directly from the part of brain which receives nerve signals from the eyes. Or at best, cerebral syncording process a la that current Governor of California’s movie The Sixth Day. But I still want to live when the time comes to collect my win, which means that, according to the Death Clock, my mortal deadline (pun intended) will fall on Monday, September 30, 2047.
But then again, in an honest attempt to avoid lawsuits from longbets.org, I will NOT accept any real bet. This prediction is solely just for pure fun (and the bragging rights which shall automatically follow, of course). No one can convince me otherwise, ever. If you want to make money, or real bet, go to Vegas. But if you want to collect some winnings which will become philanthropic gifts, please go there, register, make prediction(s) and pay the publishing fee(s). Yes, this is a personal endorsement for that site. Just don’t shamelessly copy my prediction above, unless you want to split the winning amount.
Disclaimer: Please don't put YOUR prediction(s) here. Not in the comments section, or anywhere else for that matter. Ever.
Wednesday, January 3, 2007
70 in 07

During the final week of 2006, advertising behemoth JWT released a list of 70 Things to Watch in 2007. Of course, this list was intended for the North American market (hence at #69 Europeans getting fatter, and #46 Barack Obama) but then again, with every goddamn piece of information now being able to travel around the globe at the speed of fiber optic links, this might also be applied for the rest of the world faster than you can say 1.65 billion dollars.
One thing is really bothering me though, would someone seeking enlightenment on trends for the coming year be sober enough to actually listen to the world's oldest advertising agency brand (142 years old to be exact, seriously, as this fact was proudly stated in their press release)?
Kind of asking your gramps for his opinion on which custom sneakers to bid, don't you think?
Somewhere, Someone is Screaming "I TOLD YOU SO!"
And Mr. T would have said, "I pity the fools!" (working in Adam Air)
One gentleman sort of predicted this accident way back in May, or even before that. I only got the forwarded message, mind you. He only made the gloomy prediction after analyzing data on each aircraft's age, which had yielded an alarming outcome. And you know what, this guy is an expatriate, because none of us Indonesians could care less.
And did the fools listen? Obviously, no. "Oh my God, they killed innocent people! You cursed bastards!"
The one still missing until this exact moment is allegedly PK-KKW (as predicted below). Non-English audience, do obtain a proper back-translation.
----- Original Message -----
Sent: Monday, May 15, 2006 8:00 PM
Subject: Fw: Informasi Penerbangan Di Indonesia
Seorang ekspatriat yang tinggal di Jakarta menulis artikel ini. FYI.
Mr. X-File.
Fear Factor : Flying in Indonesia _ D A N G E R !
Pada waktu saya kembali dari liburan di Bali, saya menggunakan Adam Air rute Denpasar – Jakarta. Saya mendengar maskapai yang relatif baru ini dari beberapa teman, yang menyebutkan bahwa maskapai ini mempunyai pesawat-pesawat yang relatif baru dan diijinkan terbang ke Singapura. Kedengarannya maskapai ini sangatlah bagus, khususnya jika menyangkut masalah tiket sekali jalan yang hanya Rp. 295.00,- yang sedikit lebih mahal dari penerbangan “metro-mini” Lion Air. Penawaran ini sangat bagus, berdasarkan pengalaman saya tinggal beberapa tahun di Indonesia. Tapi kemudian saya mulai berfikir bahwa ini terlalu bagus dan pasti ada yang salah dengan semua ini.
Bagaimanapun, saya memutuskan untuk mencoba keberuntungan saya dan terbang bersama Adam Air, yang ternyata banyak orang juga berfikir sama karena pesawatnya sudah penuh di booking? Dibandingkan dengan Garuda yang nyaris tanpa penumpang.
Waktu naik pesawat Adam Air, saya segera melihat bahwa Boeing 737-400 tersebut, engine cover-nya penuh dengan goresan (scratch), sayapnya sangat kotor dan banyak cat-nya yang cacat, pintunya juga terlihat sangat tua dan sangat jauh dari ekpektasi saya akan pesawat baru. Bagaimanapun, saya tetap memutuskan untuk menguji level keberanian saya untuk tetap terbang dan masuk ke pesawat. Sebagai catatan, saya mencatat kode registrasi pesawat PK-KKI (lihat Table Adam Air di bawah).
Sesampainya di Jakarta, saya mencari kode tersebut di database penerbangan dan “Pesawat Baru” tersebut pertama kali terbang pada 10 Desember 1988, yang artinya umurnya sudah 17 tahun, dan kalau dibandingkan dengan umur manusia, berarti usianya menjelang 50 tahun. Dalam catatannya juga disebutkan bahwa pesawat ini mempunyai jam terbang yang tinggi, dimana sebelumnya digunakan oleh Sahara India Airlines, Sierra National Airline dan Air Belgium (pemilik pertama). Sungguh merupakan catatan yang menarik untuk sebuah pesawat. Sekarang pertanyaannya adalah apakah saya yang kurang beruntung sehingga mendapatkan satu-satunya pesawat tua di Adam Air, atau apakah semua pesawatnya memang tidak sebaru seperti yang saya harapkan?
Mengikuti rasa keingintahuan saya, coba lihat Tabal Pesawat Adam Air berikut yang menyajikan informasi umur dari masing-masing pesawat.
No/Registrasi/Penerbangan Pertama/Umur
1 PK-KKF 737-200 12-02-1980 26
2 PK-KKN 737-200 21-03-1980 25
3 PK-KKQ 737-200 16-01-1981 25
4 PK-KKJ 737-200 03-02-1982 24
5 PK-KKL 737-200 12-04-1984 21
6 PK-KKE 737-300 31-08-1987 18
7 PK-KKP 737-200 31-05-1988 17
8 PK-KKH 737-400 11-07-1988 17
9 PK-KKU 737-300 04-08-1988 17
10 PK-KKI 737-400 10-12-1988 17
12 PK-KKD 737-400 22-12-1988 17
13 PK-KKR 737-300 09-01-1989 17
14 PK-KKW 737-4Q8 11-01-1989 17
15 PK-KKS 737-400 28-01-1989 17
16 PK-KKT 737-400 05-09-1989 16
17 PK-KKG 737-400 07-01-1991 15
18 PK-KKC 737-400 09-01-1992 14
19 PK-KKA 737-500 10-06-1997 08
(hanya satu pesawat yang agak aman?? Bagaimana dengan yang lain??)
Melihat tabal tersebut, saya benar-benar beruntung, dimana pesawat berumur 17 tahun yang saya tumpangi termasuk yang baru dibandingkan dengan pesawat Adam Air lain dengan kode regirtrasi PK-KKN (KKN adalah singkatan paling popular di Indonesia untuk Korupsi-Kolusi-Nepotisme), yang umurnya 25 tahun.
Dibandingkan dengan usia manusia, pesawat ini sama dengan manusia berumur hamper 80 tahun dan mungkin sudah memesan tempat di kuburan.
Berdasarkan tabel di atas, kita bisa menghitung umur rata-rata pesawat Adam Air, yaitu 18 tahun. Sebenarnya, hanya ada satu pesawat yang umurnya kurang dari 10 tahun, dan jika saya tidak salah, ini pasti pesawat yang diijinkan mendarat di Singapura.
Jelas, banyak penumpang memilih Adam Air karena berfikir tentang pesawat yang baru, padahal armada sebenarnya dipenuhi oleh pesawat polesan seperti baru (refurbished) dengan hanya satu pesawat yang relatif baru, yang digunakan tim marketing Adam Air untuk menciptakan image, atau lebih tepat khayalan, tentang terbang dengan pesawat baru. Mungkin definisi Adam Air tentang pesawat “baru” adalah definisi untuk penerbangan lokal Indonesia, dan mungkin persepsi saya lah yang salah.
Untuk memverifikasi hal tersebut, saya membandingkan umur rata-rata pesawat dari beberapa penerbangan di Indonesia, dan inilah Statistik Umur Pesawat Penumpang di Indonesia:
Garuda Indonesia Umur 10.0 tahun
Lion Air Umur 17.3 tahun
Adam Air Umur 18.1 tahun
Awair Umur 18.8 tahun
Merpati Umur 21.6 tahun
Batavia Umur 23.4 tahun
Sriwijaya Air Umur 23.5 tahun
Mandala Airlines Umur 23.9 tahun
Bouraq Indonesia Airlines Umur 25.1 tahun
Mengejutkan! Dengan armada berumur 18 tahun, Adam Air menempati urutan ketiga dari armada dengan pesawat terbaru di Indonesia. Garuda Indonesia memimpin dengan armada berumur 10 tahun.
Hal lain yang sangat mengejutkan adalah Lion Air menempati urutan kedua dengan armada sedikit lebih muda, yaitu 17 tahun?? Itu hampir setengah kali lebih tua dari armada Garuda Indonesia.
Urutan terakhir ditempati oleh Bouraq Indonesian Airlines, dengan umur pesawat 25 tahun, yang memberikan saya ide tentang Fear Factor stunt-man “Terbang bersama Bouraq” untuk trial & error penyakit ketakutan terbang (flying phobia).
Mandala Airlines menempati urutan kedua dari terakhir. Melihat hal ini, saya teringat dengan kecelakaan pesawat Mandala Boeing 737-200 pada 5 September 2005 yang menelan korban hampir 150 orang. Pada saat kejadian, pesawat PK-RIM tersebut berumur 24 tahun.
Sebagai pembanding, pesawat Lion Air McDonell-Douglas MD-82 yang mengalami kecelakaan di Airport Solo pada 30 November 2004 dan menelan korban 25 orang, berumur 20 tahun. Pada laporan terakhirnya, jam terbang pesawat tersebut 56,674 jam dan telah melakukan pendaratan 43,940 kali!
Saya pikir bukanlah suatu kebetulan kalo pesawat-pesawat yang mengalami kecelakaan berumur paling tidak 20 tahun. Sebagai pembanding, saya mengecek umur rata-rata pesawat dari maskapai-maskapai pemilik sebelumnya pesawat Adam Air PK-KKI yang saya tumpangi.
Blue Panorama Airlines Umur 11.6 tahun
Sahara India Airlines Umur 10.5 tahun
Sangat menarik ternyata, 11.6 tahun dan 10.5 tahun, yang membuktikan bahwa kedua maskapai di atas merasa bahwa pesawat tersebut terlalu tua untuk beroperasi, sementara manajemen Adam Air berpikir bahwa mengoperasikan pesawat berumur 17 tahun adalah benar-benar tidak bermasalah??? SNOBBISH ! But FOOLISH ? (Congkak! Tapi Tolol?)
Mencari di beberapa Koran, saya menemukan beberapa artikel yang bisa menjadi kesimpulan dari tulisan ini.
Yang pertama datang dari The Jakarta Post (11 Februari 2006): Sebuah pesawat Adam Air Boeing 737-300 yang melayani rute Jakarta-Makasar, terpaksa mendarat secara darurat pada hari Sabtu, di bandara kecil Tambolaka, Sumba-NTT; disampaikan oleh juru bicara Adam Air.
Pesawat tersebut berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta pada jam 6:20 a.m. dengan 145 penumpang. Pesawat dijadwalkan mendarat di Bandara Hasanuddin Makassar pada jam 9:25 a.m. waktu setempat. Begitu menurut Suwandi, Supervisor Adam Air di Makassar.
“Tapi, masalah navigasi membuat pilot Tri Tuniogo kehilangan kontak dengan bandara tujuan”, ucap Suwandi. Pesawat kemudian ditemukan telah mendarat di Tambolaka pada jam 9:45 a.m. waktu setempat.
“Tidak ada yang terluka dalam insiden ini”, ucap Didik, public relation Adam Air Jakarta, yang menambahkan juga bahwa pendaratan darurat dilakukan karena kondisi cuaca yang buruk. “Berdasarkan kondisi cuaca, terjadi badai atau hujan lebat yang memaksa pilot untuk mendarat – kami belum mendapat informasi lebih lanjut,” ucap Didik. Jadi, ini masalah cuaca buruk dan pesawat harus mendarat. Tidak ada yang aneh kan? Sampai Anda baca terbitan selanjutnya pada hari Valentine.
Kementrian Perhubungan mengangap Adam Air telah melakukan pelanggaran serius dalam pengoprasian pesawat, tapi masih memerlukan bukti mengenai insiden serius pada sistem navigasi pesawat. “Ini adalah pelanggaran serius dan yang pertama kali terjadi pada penerbangan di Indonesia,” ucap Dirjen Perhubungan Udara, Iksan Tatang, menjawab pertanyaan wartawan pada hari Senin.
Pesawat Adam Air Boeing 737-300 dengan nomer penerbangan DHI728, melakukan pendaratan darurat di Tambolaka, Sumba Barat-NTT, setelah berputar-putar selama 3 jam karena kegagalan navigasi dalam perjalanannya dari Jakarta melewati NTT, dimana dirjen mengatakan bahwa pesawat tersebut seharusnya tidak boleh terbang karena masih ada pemeriksaan yang tertunda oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Direktorat Sertifikasi Kelayakan Terbang.
Itu sangat menarik! Awalnya insiden ini terjadi karena cuaca buruk, dan sekarang karena kegagalan sistem navigasi. Huh?
Saya pikir cerita sebenarnya adalah pelanggaran serius yang dilakukan oleh Adam Air. Untuk Anda ketahui, dua orang teman saya terbang dari Manado dengan Lion Air dan pesawatnya mengalami permasalahan serius sampai-sampai pramugari memerintahkan semua penumpang memakai jaket penyelamat. Untungnya penerbangan berakhir tanpa insiden, dan tidak ada satu pun Koran yang menulis berita tentang kejadian ini. Mungkin karena KKN yang saya sebutkan sebelumnya.
Mungkin Anda bertanya-tanya seberapa tua Boeng 737-300 yang mengalami kegagalan sistem navigasi tersebut. Melihat umur armada Boeng 737-300 Adam Air, pesawat tersebut pastilah berumur paling tidak 17 tahun. Mungkin pesawat terlalu muda 3 tahun untuk masuk dalam daftar kecelakaan pesawat di Indonesia.
Lihat gambaran keseluruhannya, saya memprediksi akan ada paling tidak satu kecelakaan pesawat lagi di Indonesia sebelum tahun 2006 berakhir.
Have a nice flight everyone !
Terjemahan bebas menurut dokumen aslinya, oleh: MarCom
Silahkan memverifikasi kebenarannya.
One gentleman sort of predicted this accident way back in May, or even before that. I only got the forwarded message, mind you. He only made the gloomy prediction after analyzing data on each aircraft's age, which had yielded an alarming outcome. And you know what, this guy is an expatriate, because none of us Indonesians could care less.
And did the fools listen? Obviously, no. "Oh my God, they killed innocent people! You cursed bastards!"
The one still missing until this exact moment is allegedly PK-KKW (as predicted below). Non-English audience, do obtain a proper back-translation.
----- Original Message -----
Sent: Monday, May 15, 2006 8:00 PM
Subject: Fw: Informasi Penerbangan Di Indonesia
Seorang ekspatriat yang tinggal di Jakarta menulis artikel ini. FYI.
Mr. X-File.
Fear Factor : Flying in Indonesia _ D A N G E R !
Pada waktu saya kembali dari liburan di Bali, saya menggunakan Adam Air rute Denpasar – Jakarta. Saya mendengar maskapai yang relatif baru ini dari beberapa teman, yang menyebutkan bahwa maskapai ini mempunyai pesawat-pesawat yang relatif baru dan diijinkan terbang ke Singapura. Kedengarannya maskapai ini sangatlah bagus, khususnya jika menyangkut masalah tiket sekali jalan yang hanya Rp. 295.00,- yang sedikit lebih mahal dari penerbangan “metro-mini” Lion Air. Penawaran ini sangat bagus, berdasarkan pengalaman saya tinggal beberapa tahun di Indonesia. Tapi kemudian saya mulai berfikir bahwa ini terlalu bagus dan pasti ada yang salah dengan semua ini.
Bagaimanapun, saya memutuskan untuk mencoba keberuntungan saya dan terbang bersama Adam Air, yang ternyata banyak orang juga berfikir sama karena pesawatnya sudah penuh di booking? Dibandingkan dengan Garuda yang nyaris tanpa penumpang.
Waktu naik pesawat Adam Air, saya segera melihat bahwa Boeing 737-400 tersebut, engine cover-nya penuh dengan goresan (scratch), sayapnya sangat kotor dan banyak cat-nya yang cacat, pintunya juga terlihat sangat tua dan sangat jauh dari ekpektasi saya akan pesawat baru. Bagaimanapun, saya tetap memutuskan untuk menguji level keberanian saya untuk tetap terbang dan masuk ke pesawat. Sebagai catatan, saya mencatat kode registrasi pesawat PK-KKI (lihat Table Adam Air di bawah).
Sesampainya di Jakarta, saya mencari kode tersebut di database penerbangan dan “Pesawat Baru” tersebut pertama kali terbang pada 10 Desember 1988, yang artinya umurnya sudah 17 tahun, dan kalau dibandingkan dengan umur manusia, berarti usianya menjelang 50 tahun. Dalam catatannya juga disebutkan bahwa pesawat ini mempunyai jam terbang yang tinggi, dimana sebelumnya digunakan oleh Sahara India Airlines, Sierra National Airline dan Air Belgium (pemilik pertama). Sungguh merupakan catatan yang menarik untuk sebuah pesawat. Sekarang pertanyaannya adalah apakah saya yang kurang beruntung sehingga mendapatkan satu-satunya pesawat tua di Adam Air, atau apakah semua pesawatnya memang tidak sebaru seperti yang saya harapkan?
Mengikuti rasa keingintahuan saya, coba lihat Tabal Pesawat Adam Air berikut yang menyajikan informasi umur dari masing-masing pesawat.
No/Registrasi/Penerbangan Pertama/Umur
1 PK-KKF 737-200 12-02-1980 26
2 PK-KKN 737-200 21-03-1980 25
3 PK-KKQ 737-200 16-01-1981 25
4 PK-KKJ 737-200 03-02-1982 24
5 PK-KKL 737-200 12-04-1984 21
6 PK-KKE 737-300 31-08-1987 18
7 PK-KKP 737-200 31-05-1988 17
8 PK-KKH 737-400 11-07-1988 17
9 PK-KKU 737-300 04-08-1988 17
10 PK-KKI 737-400 10-12-1988 17
12 PK-KKD 737-400 22-12-1988 17
13 PK-KKR 737-300 09-01-1989 17
14 PK-KKW 737-4Q8 11-01-1989 17
15 PK-KKS 737-400 28-01-1989 17
16 PK-KKT 737-400 05-09-1989 16
17 PK-KKG 737-400 07-01-1991 15
18 PK-KKC 737-400 09-01-1992 14
19 PK-KKA 737-500 10-06-1997 08
(hanya satu pesawat yang agak aman?? Bagaimana dengan yang lain??)
Melihat tabal tersebut, saya benar-benar beruntung, dimana pesawat berumur 17 tahun yang saya tumpangi termasuk yang baru dibandingkan dengan pesawat Adam Air lain dengan kode regirtrasi PK-KKN (KKN adalah singkatan paling popular di Indonesia untuk Korupsi-Kolusi-Nepotisme), yang umurnya 25 tahun.
Dibandingkan dengan usia manusia, pesawat ini sama dengan manusia berumur hamper 80 tahun dan mungkin sudah memesan tempat di kuburan.
Berdasarkan tabel di atas, kita bisa menghitung umur rata-rata pesawat Adam Air, yaitu 18 tahun. Sebenarnya, hanya ada satu pesawat yang umurnya kurang dari 10 tahun, dan jika saya tidak salah, ini pasti pesawat yang diijinkan mendarat di Singapura.
Jelas, banyak penumpang memilih Adam Air karena berfikir tentang pesawat yang baru, padahal armada sebenarnya dipenuhi oleh pesawat polesan seperti baru (refurbished) dengan hanya satu pesawat yang relatif baru, yang digunakan tim marketing Adam Air untuk menciptakan image, atau lebih tepat khayalan, tentang terbang dengan pesawat baru. Mungkin definisi Adam Air tentang pesawat “baru” adalah definisi untuk penerbangan lokal Indonesia, dan mungkin persepsi saya lah yang salah.
Untuk memverifikasi hal tersebut, saya membandingkan umur rata-rata pesawat dari beberapa penerbangan di Indonesia, dan inilah Statistik Umur Pesawat Penumpang di Indonesia:
Garuda Indonesia Umur 10.0 tahun
Lion Air Umur 17.3 tahun
Adam Air Umur 18.1 tahun
Awair Umur 18.8 tahun
Merpati Umur 21.6 tahun
Batavia Umur 23.4 tahun
Sriwijaya Air Umur 23.5 tahun
Mandala Airlines Umur 23.9 tahun
Bouraq Indonesia Airlines Umur 25.1 tahun
Mengejutkan! Dengan armada berumur 18 tahun, Adam Air menempati urutan ketiga dari armada dengan pesawat terbaru di Indonesia. Garuda Indonesia memimpin dengan armada berumur 10 tahun.
Hal lain yang sangat mengejutkan adalah Lion Air menempati urutan kedua dengan armada sedikit lebih muda, yaitu 17 tahun?? Itu hampir setengah kali lebih tua dari armada Garuda Indonesia.
Urutan terakhir ditempati oleh Bouraq Indonesian Airlines, dengan umur pesawat 25 tahun, yang memberikan saya ide tentang Fear Factor stunt-man “Terbang bersama Bouraq” untuk trial & error penyakit ketakutan terbang (flying phobia).
Mandala Airlines menempati urutan kedua dari terakhir. Melihat hal ini, saya teringat dengan kecelakaan pesawat Mandala Boeing 737-200 pada 5 September 2005 yang menelan korban hampir 150 orang. Pada saat kejadian, pesawat PK-RIM tersebut berumur 24 tahun.
Sebagai pembanding, pesawat Lion Air McDonell-Douglas MD-82 yang mengalami kecelakaan di Airport Solo pada 30 November 2004 dan menelan korban 25 orang, berumur 20 tahun. Pada laporan terakhirnya, jam terbang pesawat tersebut 56,674 jam dan telah melakukan pendaratan 43,940 kali!
Saya pikir bukanlah suatu kebetulan kalo pesawat-pesawat yang mengalami kecelakaan berumur paling tidak 20 tahun. Sebagai pembanding, saya mengecek umur rata-rata pesawat dari maskapai-maskapai pemilik sebelumnya pesawat Adam Air PK-KKI yang saya tumpangi.
Blue Panorama Airlines Umur 11.6 tahun
Sahara India Airlines Umur 10.5 tahun
Sangat menarik ternyata, 11.6 tahun dan 10.5 tahun, yang membuktikan bahwa kedua maskapai di atas merasa bahwa pesawat tersebut terlalu tua untuk beroperasi, sementara manajemen Adam Air berpikir bahwa mengoperasikan pesawat berumur 17 tahun adalah benar-benar tidak bermasalah??? SNOBBISH ! But FOOLISH ? (Congkak! Tapi Tolol?)
Mencari di beberapa Koran, saya menemukan beberapa artikel yang bisa menjadi kesimpulan dari tulisan ini.
Yang pertama datang dari The Jakarta Post (11 Februari 2006): Sebuah pesawat Adam Air Boeing 737-300 yang melayani rute Jakarta-Makasar, terpaksa mendarat secara darurat pada hari Sabtu, di bandara kecil Tambolaka, Sumba-NTT; disampaikan oleh juru bicara Adam Air.
Pesawat tersebut berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta pada jam 6:20 a.m. dengan 145 penumpang. Pesawat dijadwalkan mendarat di Bandara Hasanuddin Makassar pada jam 9:25 a.m. waktu setempat. Begitu menurut Suwandi, Supervisor Adam Air di Makassar.
“Tapi, masalah navigasi membuat pilot Tri Tuniogo kehilangan kontak dengan bandara tujuan”, ucap Suwandi. Pesawat kemudian ditemukan telah mendarat di Tambolaka pada jam 9:45 a.m. waktu setempat.
“Tidak ada yang terluka dalam insiden ini”, ucap Didik, public relation Adam Air Jakarta, yang menambahkan juga bahwa pendaratan darurat dilakukan karena kondisi cuaca yang buruk. “Berdasarkan kondisi cuaca, terjadi badai atau hujan lebat yang memaksa pilot untuk mendarat – kami belum mendapat informasi lebih lanjut,” ucap Didik. Jadi, ini masalah cuaca buruk dan pesawat harus mendarat. Tidak ada yang aneh kan? Sampai Anda baca terbitan selanjutnya pada hari Valentine.
Kementrian Perhubungan mengangap Adam Air telah melakukan pelanggaran serius dalam pengoprasian pesawat, tapi masih memerlukan bukti mengenai insiden serius pada sistem navigasi pesawat. “Ini adalah pelanggaran serius dan yang pertama kali terjadi pada penerbangan di Indonesia,” ucap Dirjen Perhubungan Udara, Iksan Tatang, menjawab pertanyaan wartawan pada hari Senin.
Pesawat Adam Air Boeing 737-300 dengan nomer penerbangan DHI728, melakukan pendaratan darurat di Tambolaka, Sumba Barat-NTT, setelah berputar-putar selama 3 jam karena kegagalan navigasi dalam perjalanannya dari Jakarta melewati NTT, dimana dirjen mengatakan bahwa pesawat tersebut seharusnya tidak boleh terbang karena masih ada pemeriksaan yang tertunda oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Direktorat Sertifikasi Kelayakan Terbang.
Itu sangat menarik! Awalnya insiden ini terjadi karena cuaca buruk, dan sekarang karena kegagalan sistem navigasi. Huh?
Saya pikir cerita sebenarnya adalah pelanggaran serius yang dilakukan oleh Adam Air. Untuk Anda ketahui, dua orang teman saya terbang dari Manado dengan Lion Air dan pesawatnya mengalami permasalahan serius sampai-sampai pramugari memerintahkan semua penumpang memakai jaket penyelamat. Untungnya penerbangan berakhir tanpa insiden, dan tidak ada satu pun Koran yang menulis berita tentang kejadian ini. Mungkin karena KKN yang saya sebutkan sebelumnya.
Mungkin Anda bertanya-tanya seberapa tua Boeng 737-300 yang mengalami kegagalan sistem navigasi tersebut. Melihat umur armada Boeng 737-300 Adam Air, pesawat tersebut pastilah berumur paling tidak 17 tahun. Mungkin pesawat terlalu muda 3 tahun untuk masuk dalam daftar kecelakaan pesawat di Indonesia.
Lihat gambaran keseluruhannya, saya memprediksi akan ada paling tidak satu kecelakaan pesawat lagi di Indonesia sebelum tahun 2006 berakhir.
Have a nice flight everyone !
Terjemahan bebas menurut dokumen aslinya, oleh: MarCom
Silahkan memverifikasi kebenarannya.
Labels:
2007,
predictions,
so indonesian,
statistic
Thursday, December 14, 2006
The Year of the Blog
No, not this year. 2006 is still the Year of Blog Gone Mainstream, so the answer is 2007 as reported by BBC today.
The question would be, have you started your blog?
Wonder how we're going to look back at this phenomenon, 20 years from now.
The question would be, have you started your blog?
Wonder how we're going to look back at this phenomenon, 20 years from now.
Subscribe to:
Posts (Atom)


